Kuliah&Ebook

Kuliah Pakar Keperawatan Dasar #1 “Basic Assessment for Patient in Hospital During New Normal”

Kejadian Covid-19 di Indonesia sudah 1 tahun berlangsung. Tenaga kesehatan salah satunya perawat mempunyai peran penting dalam assessmen/pengkajian. Sebagai garda terdepan pada era Covid 19, menurut Liu (2020) dalam The Lancet Global Health, perawat mempunyai peran dalam asesmen, meminimalkan komplikasi dengan melaksanakan monitoring ketat, melaksanakan manajemen jalan napas, melakukan perubahan posisi, melakukan edukasi dan kolaborasi dalam pemberian obat. Perawat juga akan membantu pasien dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari, termasuk pemberian carian dan nutrisi, pemenuhan kebutuhan eliminasi (BAB/BAK) dan juga kebersihan diri. Dari mulai skrining, tindakan kegawatdaruratan, perawatan isolasi, sampai penanganan kasus kritis yang dilaksanakan secara berkolaborasi oleh tim kesehatan merupakan tugas dari perawat. Pada hari Selasa, 30 Maret 2021 diadakan kuliah pakar sebagai suplemen materi PKK Keperawatan Dasar tentang pengkajian dasar pada pasien ketika new normal. Kuliah pakar ini diikuti oleh mahasiswa semester IV sejumlah 148 mahasiswa dengan pembicara dari perawat lahan RSUP dr Sardjito Ibu Visia Hevy, M.Kep. Tujuan dari kuliah pakar ini adalah supaya mahasiswa memperoleh gambaran pelaksanaan pengkajian yang dilakukan di Rumah Sakit terutama selama masa pandemi.

Dalam kuliah pakar tersebut disampaikan bahwa tidak hanya kebutuhan fisik yang harus dibantu, akan tetapi kebutuhan pemenuhan kebutuhan psikologis, kebutuhan spiritual serta kebutuhan untuk didengar dan dimengerti menjadi esensi perawatan pasien. Sejatinya asuhan selalu dilandasi dengan konsep dan teori, salah satu pendekatan asuhan disampaikan oleh Henderson yang dikenal dengan pemenuhan kebutuhan dasar manusia, yaitu pemenuhan kebutuhan bernapas dengan normal, makan dan minum, eliminasi (BAK/BAB), pergerakan, serta istirahat dan tidur, kebersihan diri, berpakaian dan kestabilan termoregulator/suhu. Jika dianalisis dari delapan kebutuhan pasien dari Henderson, maka hal ini sangat relevan dengan kebutuhan pada pasien Covid-19. Di mana perawat harus memenuhi kebutuhan bernapas pasien. Sesuai tingkat kebutuhannya, dari mulai pengkajian pernapasan, pemberian oksigen sampai kebutuhan yang harus dikolaborasikan untuk mendapatkan perawatan intensif menggunakan ventilator. Demikian juga bagaimana memelihara kestabilan suhu pasien, kebutuhan makan dan minum, membantu pemenuhan kebutuhan BAB, BAK, kebersihan diri dan lingkungan, pergerakan seperti olahraga dan istiharat serta tidur dengan nyaman. Enam kebutuhan selanjutnya terdiri atas kebutuhan akan keamanan, yaitu terhindar dari risiko jatuh dan cedera di RS, kebutuhan berkomunikasi dan jika diperluas termasuk hubungan sosial dan kebutuhan psikologis, beribadah, kebutuhan beraktivitas secara produktif, rekreasi, dan kebutuhan akan belajar. Enam kebutuhan ini juga sangat relevan dengan asuhan di era Covid-19 di mana kondisi pasien yang tidak stabil mempunyai risiko jatuh, pengkajian risiko jatuh, pendampingan perawat saat ke kamar mandi, dan pemantauan pembatas tempat tidur serta perlindungan lingkungan menjadi manajemen risiko yang harus dilaksanakan kepada pasien. Sisi beraktivitas secara produktif, komunikasi, psikologis, rekreasi, dan kebutuhan edukasi juga merupakan asuhan yang sangat penting karena akan meningkatkan motivasi dan belajar beradaptasi serta siap untuk merawat dirinya ketika pasien pulang dari RS. Oleh karena itu, perawat harus jeli dan mampu menjadi pendengar yang aktif ketika melakukan pengkajian bagi pasien sehingga nantinya kebutuhan pasien dapat terpenuhi dengan baik