Jumat, 01 Agustus 2025 dalam upaya meningkatkan literasi dan kesadaran remaja terhadap pentingnya kesehatan mental, STIKES Notokusumo Yogyakarta menggelar kegiatan penyuluhan bertajuk ‘Mengenal dan Menjaga Kesehatan Mental Sejak Dini’ di SMP Negeri 12 Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh beberapa guru, 44 siswa-siswi Osis dan perwakilan masing-masing kelas. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian terhadap perkembangan psikososial remaja. Penyuluhan ini di sampaikan oleh Ibu Novi Widyastuti Rahayu, M.Kep., Ns., Sp. Kep. Jiwa Dosen Keperawatan Jiwa – STIKES Notokusumo Yogyakarta. Tujuan diadakannya kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya kesehatan jiwa, mengenalkan tanda-tanda gangguan mental seperti depresi dan kecemasan, melatih siswa untuk mengelola stres dengan cara yang sehat, menghindari pengaruh negatif media sosial, mendorong dukungan sosial dari teman, guru, dan keluarga.

Dalam penyuluhan ini, pemateri menyampaikan bahwa remaja merupakan kelompok usia yang sangat rentan terhadap gangguan kesehatan jiwa seperti kecemasan, depresi, dan stres akibat tekanan sosial maupun akademik. Masa remaja adalah masa transisi dari anak-anak menuju dewasa, di mana terjadi banyak perubahan baik secara fisik, emosional, maupun sosial. Perubahan ini kerap memicu kebingungan dan tekanan batin yang tidak sedikit di antaranya berujung pada masalah psikologis apabila tidak dikelola dengan baik.
Oleh karena itu, siswa diminta untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan lebih terbuka dalam menyampaikan perasaan. Pemateri juga menekankan bahwa bercerita bukanlah bentuk kelemahan, melainkan salah satu langkah penting dalam menjaga kesehatan jiwa. Ditekankan pula pentingnya mencari dukungan dari teman, guru, atau keluarga jika menghadapi masalah mental. Penyuluhan ini memberikan berbagai strategi positif untuk mengelola stres, seperti aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, olahraga, seni, kegiatan sosial, dan keagamaan. Semua ini dapat membantu membangun kepercayaan diri, mengasah kemampuan sosial, serta memperkuat daya tahan mental siswa.
Dalam kegiatan ini juga disampaikan bahwa remaja perlu mengenali tanda-tanda awal gangguan mental seperti perasaan sedih berkepanjangan, menarik diri dari lingkungan sosial, kehilangan minat terhadap aktivitas yang biasa disukai, hingga munculnya pikiran menyakiti diri sendiri. Jika gejala tersebut berlangsung lebih dari dua minggu, sangat dianjurkan untuk segera mencari bantuan. Siswa diingatkan bahwa tidak ada kesehatan tanpa kesehatan jiwa. Melalui penyuluhan ini, siswa diharapkan memiliki kesadaran lebih tinggi terhadap pentingnya menjaga pikiran dan perasaannya. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membentuk generasi muda yang sehat secara mental, tangguh, dan bertanggung jawab. Dengan demikian, siswa SMP Negeri 12 Yogyakarta dapat tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara emosional dan sosial, serta mampu berkontribusi secara positif di lingkungan sekolah maupun masyarakat luas.(Brg_Ysk)






