

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Notokusumo Yogyakarta menyelenggarakan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) untuk Program Studi Diploma Tiga Keperawatan, Sarjana Farmasi, dan Pendidikan Profesi Ners pada 22, 25, dan 26 Agustus 2025. Tahun ini, PKKMB mengusung tema “CENDEKIA (Cerdas): Mewujudkan Generasi Cakap Etika, Nasionalis Digitalis, Eksploratif dan Kreatif, Insan Adaptif dalam Membangun Transformasi Sosial Ekonomi dan Peluang Dunia Kesehatan Menuju Indonesia Emas 2045”. Tujuan dari PKKMB ini adalah untuk mempercepat proses adaptasi dan transisi dari siswa menuju mahasiswa yang dewasa dan mandiri, CENDEKIA (Cerdas) di sini dimaknai bukan sekadar pintar, melainkan juga bijaksana, beretika, dan memiliki tanggung jawab sosial dalam mengamalkan ilmu.
Ketua STIKES Notokusumo Yogyakarta Taukhit, S.Kep., Ns., M.Kep. memberikan arahan bahwa kegiatan PKKMB 2025 dapat membentuk generasi yang Cerdas sesuai dengan Tema PKKMB STIKES Notokusumo 2025 “CENDEKIA”. Melalui tema tersebut, mahasiswa baru STIKes Notokusumo diharapkan tumbuh menjadi generasi sehat, berilmu, berakhlak mulia, melek digital, kreatif, dan adaptif, siap berkontribusi bagi dunia kesehatan serta berperan nyata dalam membangun Indonesia Emas 2045.
Rangkaian acara PKKMB menghadirkan materi nasionalisme dan bela negara oleh Kapten Inf. Wahyani (Danramil 11/Depok), penyuluhan bahaya narkoba oleh Sri Wahyuning, S.Sos. (BNN Provinsi DIY), serta edukasi pencegahan kekerasan di lingkungan kampus dari DP3A2 DIY. Selain itu, organisasi profesi PPNI (Perawat) dan IAI (Farmasi) turut memperkenalkan prospek kerja, peluang, dan tantangan tenaga kesehatan di masa depan. PKKMB dilaksanakan dengan energi positif dan partisipasi aktif mahasiswa baru. PKKMB ditutup dengan kegiatan keakraban berupa outbond dan pentas seni dari mahasiswa baru di Nara Kupu Village, Kaliurang.
Ketua PKKMB, Eny Septi Wulandari, S.Kep., Ns., M.Kep., menyampaikan bahwa tahun ini jumlah mahasiswa baru mencapai 241 orang, terdiri dari 37 mahasiswa Diploma Tiga Keperawatan, 115 mahasiswa Sarjana Keperawatan, dan 89 mahasiswa Sarjana Farmasi. Dari jumlah tersebut, 32 mahasiswa berasal dari program kemitraan dengan Pemerintah Kabupaten Mappi, Papua Selatan, yang diharapkan dapat menyelesaikan studi tepat waktu dan kembali membangun daerah asal.






