Yogyakarta – STIKES Notokusumo Yogyakarta kembali menyelenggarakan kegiatan Kuliah Pakar sebagai bagian dari komitmen meningkatkan kualitas pembelajaran mahasiswa di bidang kesehatan. Pada kesempatan kali ini, tema yang diangkat adalah “Prosedur Tindakan Hemodialisa (HD)”, dengan menghadirkan narasumber Ibu Dhiyan Kusumawati, S.Kep., Ners., M.N.Sc.. Beliau merupakan seorang akademisi sekaligus praktisi yang berpengalaman dalam perawatan pasien dengan terapi hemodialisa.
Dalam sesi ini, para mahasiswa mendapatkan penjelasan komprehensif mengenai tahapan persiapan pasien sebelum menjalani tindakan hemodialisa. Materi mencakup pemeriksaan kondisi umum pasien, penilaian status klinis, hingga aspek psikologis yang sering kali menjadi tantangan tersendiri. Ibu Dhiyan menekankan bahwa keberhasilan tindakan HD tidak hanya bergantung pada keterampilan teknis tenaga kesehatan, tetapi juga kesiapan mental pasien. Oleh karena itu, komunikasi terapeutik dan edukasi pasien menjadi pilar penting dalam seluruh prosedur.
Mahasiswa diajak untuk memahami bahwa hemodialisa bukan sekadar prosedur medis, melainkan sebuah rangkaian tindakan yang membutuhkan ketelitian, empati, dan profesionalisme. Materi yang disampaikan diharapkan menjadi bekal berharga ketika mereka terjun langsung ke lapangan, baik di rumah sakit maupun klinik pelayanan HD.
Kegiatan ini disambut antusias oleh mahasiswa STIKES Notokusumo. Mereka aktif bertanya dan berdiskusi, terutama mengenai kasus-kasus nyata yang sering ditemui dalam praktik klinik. Semangat belajar ini mencerminkan kesiapan mahasiswa untuk menyerap ilmu dan mengaplikasikannya dalam pelayanan kesehatan di masa depan.
Melalui Kuliah Pakar ini, STIKES Notokusumo berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Materi tentang hemodialisa menjadi salah satu fokus penting, mengingat meningkatnya prevalensi penyakit ginjal kronis di Indonesia. Dengan bekal ilmu dari para pakar, lulusan STIKES Notokusumo diharapkan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas, profesional, dan humanis.








