Yogyakarta, 11 Desember 2025 — STIKES Notokusumo Yogyakarta menerima kunjungan dari Staf Khusus Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) bersama perwakilan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).Kunjungan ini dilakukan dalam kegiatan Sharing dan Serap Aspirasi guna memperluas peluang karier internasional bagi para lulusan sekaligus memperkuat sinergi antara dunia Pendidikan dan pemerintah.
Dalam sesi diskusi, pihak Kementerian KP2MI menegaskan bahwa tenaga kerja migran asal Indonesia memiliki reputasi positif di mata dunia karena sikap ramah dan etos kerja yang tinggi. Hal ini diperkuat oleh perwakilan BP2MI yang menambahkan bahwa karakter pekerja Indonesia yang adaptif menjadi nilai kompetitif dibandingkan tenaga kerja dari negara lain.
Selain aspek teknis, kedua pihak menekankan pentingnya penguasaan soft skill, terutama kemampuan berbahasa asing seperti bahasa Inggris, serta kesiapan mental. Disampaikan bahwa keterampilan teknis saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan mentalitas yang tangguh dan motivasi yang kuat untuk beradaptasi di luar negeri.
Menanggapi hal tersebut, pihak STIKES Notokusumo memaparkan bahwa sejumlah alumni telah berhasil bekerja di Jepang, dan saat ini minat mahasiswa untuk bekerja di Jerman sedang meningkat. Namun, pihak kampus juga mengungkapkan beberapa tantangan, seperti belum tersedianya Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) mandiri di lingkungan kampus serta kendala biaya pelatihan bagi mahasiswa yang berminat bekerja di luar negeri.
Sebagai solusi, KP2MI dan BP2MI memperkenalkan program Desa Migran Emas, yang bertujuan untuk memberikan akses kerja luar negeri yang aman dan legal bagi warga desa. Program ini juga mendukung target nasional untuk menyerap 500 ribu pekerja migran terampil, dengan mayoritas 300 ribu berasal dari lulusan SMK. Lulusan perguruan tinggi juga termasuk dalam target, meski jumlah pastinya belum dirinci secara resmi.
Menutup kunjungan, pihak Kementerian KP2MI dan BP2MI memberikan saran agar STIKES Notokusumo dapat mengadakan kegiatan Job Fair secara berkala. Kegiatan tersebut dinilai efektif untuk membuka akses informasi lowongan kerja, memperluas jejaring industri, serta memperkuat komunikasi antara kampus dan kementerian terkait.
Kunjungan ini menjadi bukti komitmen STIKES Notokusumo dalam mencetak tenaga kesehatan yang tidak hanya kompeten di bidang kesehatan, tetapi juga siap bersaing di pasar kerja global. Sinergi dengan Kementerian KP2MI dan BP2MI diharapkan dapat memperkuat ekosistem migrasi tenaga kerja yang aman, terampil, dan berdaya saing tinggi.








