Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan menjamin kualitas lulusan, Program Studi S1 Farmasi STIKES Notokusumo Yogyakarta melaksanakan visitasi Laboratorium Objective Structured Clinical Examination (OSCE) pada Selasa, 4 Februari 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh Prof. Dr. apt. Satibi, S.Si., M.Si dan Dr. apt. Iis Wahyuningsih, M.Si, yang bertindak sebagai tim peninjau sekaligus evaluator dari Asosiasi Perguruan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI).
Visitasi ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen institusi dalam memastikan bahwa seluruh proses pembelajaran dan evaluasi mahasiswa berjalan sesuai dengan standar nasional. Laboratorium OSCE pada Program Studi Sarjana Farmasi dimanfaatkan sebagai sarana asesmen keterampilan klinis dasar dan penguatan pembelajaran berbasis kompetensi, sebagai bekal mahasiswa dalam melanjutkan pendidikan ke Program Studi Profesi Apoteker. Dalam kegiatan ini, tim peninjau melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap:
- Kelengkapan alat dan fasilitas yang digunakan dalam setiap stasiun ujian.
- Alur pelaksanaan ujian OSCE, mulai dari persiapan, simulasi, hingga evaluasi.
- Sistem penilaian, yang harus sesuai dengan standar nasional Laboratorium OSCE Farmasi.
- Kesiapan sumber daya manusia, termasuk dosen penguji dan tenaga kependidikan yang terlibat dalam pelaksanaan ujian.
Visitasi Laboratorium OSCE tidak hanya bertujuan untuk memastikan kesesuaian terhadap standar yang berlaku, tetapi juga sebagai sarana refleksi dan peningkatan mutu berkelanjutan. Melalui peninjauan ini, program studi Farmasi diharapkan mampu:
- Menjamin kualitas lulusan yang memiliki kompetensi klinis yang terukur dan terstandarisasi.
- Meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap mutu pendidikan di STIKES Notokusumo Yogyakarta.
- Memperkuat posisi institusi sebagai pusat pendidikan kesehatan yang unggul dan berdaya saing.
Kegiatan visitasi ini menegaskan komitmen STIKES Notokusumo Yogyakarta dalam menjaga kualitas pendidikan, khususnya di bidang farmasi. Dengan dukungan fasilitas laboratorium yang memadai dan sistem evaluasi yang sesuai standar, lulusan diharapkan tidak hanya memiliki pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan pelayanan kesehatan.








