Yogyakarta – Dies Natalis ke-36 STIKES Notokusumo Yogyakarta menyelenggarakan acara puncak yang berlangsung meriah di Auditorium kampus. Perayaan ini tidak hanya menjadi ajang kebersamaan civitas akademika dan alumni, tetapi juga menjadi momentum refleksi perjalanan panjang kampus dalam mencetak tenaga kesehatan yang profesional, terampil, cerdas, dan beretika
Acara puncak dihadiri oleh Ketua STIKES Notokusumo Yogyakarta, Taukhit, S.Kep., Ns., M.Kep., jajaran pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta alumni dari berbagai angkatan. Kehadiran tamu undangan dari mitra kampus menambah khidmat suasana perayaan hari jadi ke-36 ini. Dalam sambutannya, pimpinan STIKES menegaskan bahwa Dies Natalis bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan momentum untuk meneguhkan komitmen kampus dalam melangkah menjadi institusi pendidikan kesehatan unggul. “Selama 36 tahun, STIKES Notokusumo telah berkomitmen mencetak tenaga kesehatan yang berdaya saing. Ke depan, kami mantapkan langkah menjadi kampus kesehatan unggul yang berwawasan global,” ujarnya.
Rangkaian acara puncak semakin bermakna dengan Orasi Ilmiah yang disampaikan oleh dua dosen STIKES Notokusumo. Linda Widyarani, S.Kep., Ns., M.Kep. dari Program Studi Keperawatan membawakan tema “Henti Jantung Mendadak sebagai Tantangan Kegawatdaruratan Anak: Urgensi Literasi Publik dan Penguatan Chain of Survival.” Dalam orasinya, ia menekankan pentingnya literasi publik agar masyarakat mampu bertindak cepat dalam situasi darurat, mengingat kerusakan otak permanen dapat terjadi hanya dalam waktu 4–6 menit. Sementara itu, apt. Trifonia Rosa Kurniasih, M.Biotech. dari Program Studi Farmasi menyampaikan orasi berjudul “Ilmu yang Diformulasikan, Manfaat yang Dirasakan: Refleksi Keilmuan Teknologi Farmasi Berbasis Bahan Alam dan Keberlanjutan.” Ia menyoroti tantangan global dalam pengembangan produk farmasi berbasis bahan alam, keterbatasan sumber daya, serta pentingnya inovasi teknologi untuk mengolah bahan alam dan limbah menjadi produk bernilai guna.
Selain kegiatan akademik, acara puncak juga dirangkaikan dengan Reuni Alumni bertajuk Kelana. Alumni dari berbagai angkatan hadir untuk berbagi pengalaman, memperkuat jejaring, dan memberikan inspirasi bagi mahasiswa aktif. Suasana hangat penuh kebersamaan tercipta ketika alumni mengenang masa kuliah, sekaligus melihat perkembangan kampus yang kini semakin modern. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata kontribusi lulusan STIKES Notokusumo di masyarakat, serta memperkuat identitas kampus sebagai institusi yang peduli terhadap alumni.
Acara puncak dimeriahkan dengan penyerahan apresiasi Satyalancana Dharma Bakti (Pratama, Madya, dan Paripurna) kepada karyawan yang telah berdedikasi sejak era AKPER hingga kini menjadi STIKES. Selain itu, dilakukan pula pengumuman pemenang lomba antar-civitas akademika yang meliputi lomba video pendek, menghias tumpeng, pemilihan Dimas dan Diajeng, hingga turnamen badminton.
Penampilan seni dan hiburan turut menambah keakraban, menciptakan momentum kebersamaan yang tidak hanya menghibur tetapi juga mempererat hubungan antar sivitas akademika.
Peringatan Dies Natalis ke-36 ini menjadi refleksi atas perjalanan panjang STIKES Notokusumo Yogyakarta dalam dunia pendidikan kesehatan. Selama lebih dari tiga dekade, kampus ini telah melahirkan ribuan tenaga kesehatan yang berkiprah di berbagai bidang. Momentum ini menegaskan komitmen kampus untuk terus berinovasi, memperkuat kualitas akademik, serta menjalin kerja sama dengan berbagai pihak demi kemajuan pendidikan kesehatan di Indonesia.











